Home / Fill-Rite Indonesia / Fuel Flow Meter: Review Singkat dan Manfaatnya

article Fuel Flow Meter: Review Singkat dan Manfaatnya cover image

Fuel Flow Meter: Review Singkat dan Manfaatnya

Fuel flow meter atau dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai pengukur aliran bahan bakar. Merupakan perangkat yang digunakan untuk mengukur konsumsi bahan bakar volumetrik. Maksud dari bahan bakar volumetrik ini adalah volume bahan bakar yang melewati saluran per satuan waktu.

 

Hasil dari pengukuran pada alat ini akan muncul dalam bentuk pembacaan meter (hampir sama dengan meteran air atau listrik). Secara umum, fuel flow meter dapat mengukur data konsumsi bahan bakar per satuan waktu serta rata-rata konsumsi bahan bakar.

 

Selain mengukur aliran bahan bakar, alat ini juga mampu mengukur laju aliran jenis cairan lain. Salah satu contohnya dapat digunakan sebagai meteran air. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang prinsip kerja, ranah penggunaan serta pertimbangan dalam pemilihan.

 


Prinsip Kerja Fuel Flow Meter

 

Pengukur aliran bahan bakar mengacu pada pengukuran volumetrik langsung dengan ruang pengukur bertipe cincin. Prinsip kerja dari flow meter ini pada dasarnya hampir sama dengan jenis lainnya. Prinsip pengoperasian fuel flow meter didasarkan pada pengukuran volume bahan bakar yang melewati ruang pengukuran. Chamber atau ruang pengukuran adalah elemen utama yang mempengaruhi akurasi dan daya tahan flow meter. Berikut tahapan bagaimana alat ini bekerja:

 

1. Di bawah tekanan fluida, cairan mengalir melalui nozel menuju ke ruang pengukur.
Cincin yang terdapat pada bagian pengukur

 

2. mendorong cairan di dalam dan di luar ruang pengukuran. Cairan ini akan didorong menuju ke outlet nozzle. Satu putaran cincin mendorong keluar volume cairan yang sama dengan volume ruang pengukur.

   

3. Pada saat yang bersamaan, papan elektronik pada alat ini akan membuat satu output impulse. Jadi, ketika cairan bahan bakar melewati ruang pengukur flow meter, impuls listrik akan terbentuk. 


4. Impuls inilah yang akan dikirimkan ke alat pembacaan. Sehingga dapat menghasilkan data informasi yang dapat dibaca oleh meteran.

 

Ranah Penggunaan Pengukur Aliran Bahan Bakar

 

Fuel flow meter dirancang untuk mengukur konsumsi bahan bakar di saluran bahan bakar berbagai kendaraan dan instalasi stasioner. Lingkup penggunaan dari pengukur aliran ini antara lain:

 

-Kendaraan bermotor. Jenis ini bisa berupa kereta api, transportasi udara maupun air


-Perlengkapan kendaraan tambahan, misalnya unit kompresor


-Instalasi stasioner. Pengukur aliran bahan bakar dapat dipasang di dalam tangki. Contoh penerapan ini dapat dilihat pada pompa bensin

 

Pembacaan fuel flow meter tidak terpengaruh oleh fluktuasi bahan bakar di dalam tangki. Oleh karena itu, alat ini dapat beroperasi secara maksimal dalam beberapa kondisi berikut:

 

-Fluktuasi bahan bakar konstan di tangki saat berkendara di medan yang kasar. Sebagai contoh, flow meter dapat digunakan pada mesin pertanian atau transportasi air


-Tangki bahan bakar dapat diposisikan miring dalam waktu yang cukup lama


Adanya dua kondisi diatas tentu sangat menguntungkan dalam penggunaan fuel flow meter. Salah satu contohnya saat pekerjaan di area tambang menggunakan truk khusus tambang.


Pertimbangan dalam Pemilihan Alat

Dalam penggunaan pengukur aliran bahan bakar, tentu harus tetap memperhatikan beberapa poin penting. Salah satunya yakni pertimbangan di dalam pemilihan alat. Berikut ini merupakan beberapa poin yang harus diperhatikan sebelum menggunakan fuel flow meter.

 

-Engine Power.

Parameter ini mempengaruhi konsumsi bahan bakar mesin minimum dan maksimum. Biasanya produsen pengukur aliran menentukan dua parameter terpisah yang sesuai dengan konsumsi bahan bakar:


1. Laju Aliran Maksimum (maximum flow rate). Menunjukkan jumlah maksimum bahan bakar yang dapat melewati ruang terukur dari pengukur aliran. Laju aliran maksimum harus lebih besar dari maksimal nilai konsumsi bahan bakar mesin


2. Laju Aliran Minimum (minimum flow rate). Menunjukkan jumlah minimum bahan bakar yang diperlukan untuk ruang terukur saat mulai beroperasi. Nilai laju aliran minimum harus kurang dari minimum nilai konsumsi bahan bakar mesin


-Efektivitas Alat.

Apabila dibandingkan dengan flow meter lainnya, flow meter bahan bakar memiliki efektivitas yang kurang baik. Bahkan jika memungkinkan, alangkah baiknya menggunakan pengukur aliran diferensial (differential flow meter). Pengukur aliran diferensial mampu bekerja dengan lebih baik. Disamping itu, proses pemasangannya juga cenderung lebih mudah.


-Connection Interfaces.

Koneksi antarmuka merupakan hal penting lainnya yang perlu diperhatikan. Perlu untuk dipastikan bahwa pengukur aliran hanya dapat memiliki satu antarmuka dan harus sesuai dengan sensornya.