Home / Fill-Rite / Diesel Flow Meter: Review dan Kegunaannya

article Diesel Flow Meter: Review dan Kegunaannya cover image
03 August 2022 Fill-Rite

Diesel Flow Meter: Review dan Kegunaannya

Diesel flow meter adalah inovasi dalam pengukuran aliran yang secara langsung mengukur volume cairan yang melalui flow meter. Secara umum, pengukur aliran diesel dapat digunakan untuk mengukur cairan yang bersih dan tidak mengandung partikel. Alat ini cocok diaplikasikan pada cairan minyak dan solar serta cairan pada industri kimia, farmasi, makanan dan minuman serta pertambangan.

 

Prinsip Kerja Diesel Flow Meter

 

Berikut merupakan prinsip kerja dari pengukur aliran diesel:

 

-Fluida mengalir melalui bagian sensor


-Karena baling-baling mempunyai sudut tertentu dengan arah aliran, impuls fluida akan menyebabkan baling berputar


-Baling-baling akan berputar setelah mengatasi gaya gesek dan tahanan fluida


-Setelah torsi nya seimbang, maka kecepatannya akan stabil. Dalam kondisi tertentu, kecepatan berbanding lurus dengan laju aliran.


-Karena bagian bilah balingnya secara magnetis bersifat permeabel. Bilahnya akan berada di medan magnet detektor sinyal. Dimana medan magnet tersebut terbuat dari baja dan kumparan magnet permanen.


-Pisau (blade) yang berputar memotong garis medan magnet dan secara berkala mengubah fluks magnet kumparan


-Dengan demikian, sinyal pulsa listrik akan diinduksi pada kedua ujung kumparan


-Sinyal yang dihasilkan akan diperkuat dan dibentuk oleh amplifier untuk membentuk gelombang pulsa terus menerus dengan amplitudo tertentu.


-Dalam rentang aliran tertentu, nilai frekuensi pulsa akan sebanding dengan aliran dari fluida yang mengalir melalui sensor

 

 

Keunggulan dan Kekurangan dalam Penggunaan

 

Penggunaan diesel flow meter pasti memiliki keunggulan dan kekurangan. Flow meter ini berguna untuk ukuran saluran yang lebih kecil dengan laju aliran rendah. Pengukur aliran ini juga memiliki tingkat konsistensi yang tinggi dan dapat beroperasi cukup lama. Sementara untuk kekurangannya adalah adanya bagian yang bergerak ketika dipakai. Kemudian dari segi perawatan alat ini juga memerlukan perawatan yang lebih dan rentan terkena kontaminasi dari cairan.

 

Berikut ini akan diuraikan terkait metode paling efektif dalam menggunakan pengukur aliran diesel:

 

-Pengukur aliran diesel mengukur aliran volumetrik cairan dalam saluran, misalnya solar dan bahan kimia. Tingkat presisi dari pengukuran dapat ditingkatkan pada kondisi aliran rendah atau ketika konsistensi cairan meningkat.


-Penurunan berat yang berlebihan diatas flow meter dapat menyebabkan keausan. Adanya kondisi pengerjaan ini tentu dapat menyebabkan perhitungan aliran menjadi kacau. Alangkah baiknya apabila dalam mengerjakan pengukur aliran tidak melebihi titik batas penurunan berat dari yang dipersyaratkan.


-Berhati-hatilah dalam melakukan pemasangan alat. Pemasangan alat yang tidak tepat dapat mengakibatkan terjadinya slip dan merusak ketepatan pengukuran.

-Pastikan untuk mengeluarkan gelembung udara terlebih dahulu sebelum menggunakan flow meter ini. Adanya gelembung udara dapat menyebabkan hasil pengukuran menjadi kurang akurat. Hal ini karena gelembung udara tersebut akan diukur seolah-olah itu adalah volume cairan. Sehingga hasil yang didapatkan bisa sangat meleset dari hasil aslinya.

 

Kesimpulan

 

Pada intinya, diesel flow meter memiliki fungsi dan kegunaan yang hampir sama dengan flow meter pada umumnya. Dengan fungsi utama sebagai pengukur aliran fluida. Selain memiliki sejumlah keunggulan, namun nyatanya flow meter ini juga memiliki beberapa kelemahan. Sehingga dalam pengaplikasiannya diperlukan beberapa hal yang perlu diperhatikan agar penggunaan alat ini dapat berjalan dengan optimal.